Minggu, 06 Januari 2013

Review Manux 2.0 Nusantara

Setelah sebelumnya sempat review Manux 1.3 Ireng Manis, kali ini saya kembali mereview-nya dengan versi yang terbarunya yakni Manux 2.0 Nusantara. Manux 2.0 Nusantara hadir dengan berbagai pembaruan, termasuk aplikasi yang disertakan. Banyak banget aplikasi yang disertakan yang siap pakai, aplikasinya beranekaragam kategori. Ini sesuai dengan semboyannya "Satu Untuk Semua".
Setelah mendapatkan file ISO nya, saya pun membuatnya menjadi live-USB dengan bantuan program MultiSystem. Dengan program tersebut, saya dapat membuat live-USB beberapa distro linux dalam satu Flashdisk. Setelah berhasil saya buat, saya pun mencobanya. Tampilannya, tetap istimewa dan elegan, seperti sebelumnya. Mau tau seperti apa tampilannya? Yuuk! kita lihat pada gambar berikut yang saya ambil dengan ScreenShoot.


Review Slax 7.0.2

Setelah sebelumnya review Slax 6.1.2, kali ini saya kembali mereview dengan versi terbarunya yakni Slax 7.0.2 ini. Dalam hal ukuran file ISO nya, tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya. Namun dalam hal aplikasi sudah tentu lebih up to date. Slax 7.0.2 dengan desktop nya yang menawan yang dibalut dengan warna yang unit, terasa lebih hidup.
Seperti postingan-postingan sebelumnya, setelah mendapatkan file ISO nya, saya pun membuatnya menjadi Live-USB. Untuk Live-USB nya tidak lagi menggunakan program Unetbootin, tetapi menggunakan program MultiSystem, tentunya lebih praktis dan lebih mudah. Setelah saya buat boot di notebook saya, saya pun berhasil dan menjadapatkan Desktop yang berwarna seperti tampak pada gambar berikut.


Selasa, 01 Januari 2013

Review Linux Merdeka 9.10

Selamat Tahun Baru 2013. Selamat memasuki Tahun ini, semoga di tahun ini kita akan mendapatkan yang lebih baik. Semangat tahun baru, review distro yang khas punya Indonesia. Linux yang satu ini sudah lama ada di Indonesia, tetapi tidak apa lah, mumpung tahun baru. Linux yang saya maksud yakni Linux Merdeka 9.10. Semoga dengan semangat tahun baru ini, kita lebih semangat lagi untuk menggunakan linux, sehingga kita bisa merdeka secara IT.
Sebagaimana sebelumnya, file ISO nya saya buat menjadi Live-USB dengan menggunakan bantuan aplikasi MultiSystem. Setelah berhasil saya buat, saya pun mencobanya pada NetBook saya. Adapun ScreenShoot desktopnya yang sempat saya buat dapat dilihat pada gambar berikut.

Review Linux Mangaka Chu v2

Sambil menunggu akhir tahun 2012 ini, seraya membuka blog dan membuat tulisan. Tidak ada salah nya kalau kita kembali mereview salah satu distro yang dibuat khusus untuk pecinta manga dan anime. Distro yang saya maksud yaitu Linux Mangaka Chu v2. Linux yang satu ini benar-benar linux untuk pecinta manga dan anime. Didalamnya sudah disediakan berbagai walpaper, aplikasi ataupun game yang berbau (ada sangkut pautnya) dengan manga dan anime.
Seperti biasa, setelah ada file ISO nya, saya pun membuatnya menjadi Live-USB dengan bantuan aplikasi MultiSystem. Setelah saya boot pada NetBook saya dan berhasil. Adapun beberapa ScreenShoot tampilan desktopnya yang sempat saya buat adalah sebagai berikut.


Minggu, 30 Desember 2012

Review Slitaz 4.0

Kali ini saya kembali mereview linux yang tidak kalam menarik dibandingkan dengan distro yang lain. Distro ini merupakan Linux yang paling kecil yang pernah saya temui selama ini. Tidak tanggung-tanggung, ukurannya hanya 36MB (lebih tepatnya 36.419.584 bytes). Bagaimana, cukup kecil kan! Saya belum pernah menemukan distro linux sebelumnya yang sekecil ini. Tetapi jangan salah, walaupun ukurannya yang kecil ini, tetapi suda memiliki berbagai aplikasi yang siap pakai.
Setelah mendapatkan file ISO nya, saya pun membuatnya menjadi Live-USB dengan bantuan aplikasi MultiSystem. Dengan demikian, distro yang satu ini pun dapat saya gunakan dalam Flashdisk saya. Adapun tampilan dari distro ini adalah sebagai berikut.


Sabtu, 29 Desember 2012

Review Slax 6.1.2

Sambil menunggu Slax yang terbaru (soalnya file ISO nya belum dapat), up date blog aja dulu pake Slax 6.1.2. Distro yang satu ini merupakan distro yang dibuat untuk digunakan secara live. Distro yang satu ini mempunyai kapasitas yang lumayan kecil yakni sebesar 200MB (lebih tepatnya 209.762.304 bytes). Dengan ukuran yang lumayan kecil ini, sudah terdapat didalamnya berbagai aplikasi yang siap untuk digunakan.
Seperti biasa, file ISO nya saya buat menjadi Live-USB dengan bantuan aplikasi MultiSystem. Setelah berhasil saya buat, saya pun mencobanya di NetBook Axioo PICO DJH milik saya. Setelah berhasil boot, saya pun mengambil beberapa ScreenShoot dari tampilan desktop nya. Seperti tampak pada gambar berikut.


Jumat, 28 Desember 2012

Review Linux UGOS 5.04 Gama

Setelah beberapa waktu yang lalu mereview distro dari luar, kali ini kemali lagi dengan distro lokal yang dibuat oleh salah satu kampus yang ada di Yogyakarta yakni Linux UGM Go Open Source (UGOS). Distro Linux UGOS diproyeksikan menjadi tolok ukur perkembangan pemanfaatan penggunaan perangkat lunak bebas/terbuka (open source software) di Universitas Gadjah Mada dan diharapkan mempermudah migrasi OSS di lingkungan UGM. Di samping itu, perkembangan UGOS juga diharapkan dapat membantu/mendukung secara keseluruhan terciptanya masyarakat madani di Indonesia yang bersahaja dalam penggunaan perangkat lunak.
Setelah mendapatkan file ISO nya, saya membuatnya menjadi Live-USB dengan bantuan program MultiSystem. Setelah saya gunakan, berikut ini beberapa ScreenShoot nya yang sempat saya buat.